Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Trail Adventure Bandung Association

Blog EntryDec 13, '07 9:40 PM
for everyone

Masih teringat suara berat dan senyum manisnya, " Buldog 1, Buldog 1 meluncur..." begitu suara bariton kumis tebal ini menjawab panggilan kode khusus di HT. Tiada lain dan tiada bukan, pemilik suara itu adalah Nana Suherna (ALM), seorang yang unik dan merupakan tokoh senior di TRABAS. Kini beliau telah meninggalkan kita semuanya untuk selamanya. Kontibusi beliau kepada oraganisasi ini sangatlah banyak,boleh dikatakan, beliau adalah salah satu bidan yang ikut melahirkan TRABAS, tahun 1996b " Masa namanya TRABAS, ada BAS-nya kayak pemain band" Begitu celotehnya, kenang Dudi Dewa, saat diskusi mencari nama organisasi diawal pembentukan.

"Kegiatan ini harus melaui KODAM, KODIM dan KOREM" kenang Frans tentang sikap beliau hendak mengadakan kegiatan. Berbeda dengan pengalaman pahit yang dialami oleh Lala salah satu anggota TRABAS, yang pernah ditolak tidak boleh mengikuti event karena motor yang akan digunakan jenis bebek bodong dengan ban standar. Begitu pula dengan beberapa rekan yang pernah kena marahnya beliau. Sifat disiplin, konsisten pada tugas dan komitmenlah yang tidak bisa tergantikan. TRABAS benar benar kehilangan salah satu rekannya yang sangat peduli terhadap organisasi.

Dibalik kumis tebal, rompi seratus saku, HT, topi rimba, jarum coklat dan kacamata BL- lah yang menjadi ciri khasnya. Terlahir dan besar di daerah Gandok Cihampelas, hingga masa remajanya dihabiskan di tempat ini. Dikenal dengan juukan Nana Kadal, si Koboy Gandok tahun akhir 70 -an. Motor adalah hobi dari masa remaja kemudian menemukan habitanya di TRABAS. Di oraganisasi inilah nama berganti menjadi Nana Buldog 1. Nama julukan baru ini berawal dari acara Kenduri Motor Nasional I(KEMON I) di Sentul. Saat itu, rekan Bili Rudal menghadiahinya kaos, dengan tulisan BULDOG1 dibagian belakang. Semenjak itulah nama Nana Buldog 1 melekat.

Kegiatan terakhir beliau adalah membantu kelancaran pengukuhan Pengurus TRABAS Periode 2006-2008 di Sukawana beberapa bulan lalu. Semenjak itulah kesehatan beliau selalu menjadi perhatian keluarganya, terutama Budi Bombom, salah satu putranya yang juga pernah aktif di pengurusan TRABAS. Meski telah di Vonis kelainan jantung oleh dokter, tidak menyurutkan beliau untuk tetap beraktifitas hingga akhir hayatnya dan eliau dipangil oleh Yang Maha Kuasa pada tanggal 27 April 2006 lalu.

Yang mengherankan bagi Budi Bombom, beliau tidak pernah mengeluh sakit " Baru kali ini saja ia keluar masuk rumah sakit" katanya. Begitulah Pak Nana yang dikenal. Kenangan beliau akan selau diingat dan kebaikan kebaikannya akan menjadi contoh bagi rekan rekan di TRABAS. Selamat jalan Pak Nana, Terimakasih atas pengabdianmu.... (dcyah)


Add a Comment